Cinta itu Perjuangan Menyakitkan- Sartre

Bagi Jean-Paul Sartre (1980 M), kebebasan adalah segalanya. Kita ingin dicintai oleh seseorang yang secara bebas memilih untuk mencintai kita, bukan karena dipaksa oleh dorongan-dorongan eksternal.

Jenis kepemilikan dalam cinta sangat berbeda dengan jenis kepemilikan pada benda. Karena benda, apa pun itu, tidak dapat membalas cinta kita. Tapi bagi Sartre, cinta yang romantis tidak memberikan kebahagiaan untuk saling menghargai dan untuk menyatukan dua kebabasan.

Lebih dari itu, cinta adalah konflik di mana kita ingin dicintai untuk kemudian meminta perlindungan dan kenyamanan. Dalam proses itu, kita telah mengubah diri kita dari ‘subjek’ menjadi ‘objek’. Dalam kondisi dicintai, kita tidak menghendaki yang mencintai kita mencintai yang lain. Kita telah membatasi kebebasan orang lain. Sementara kebebasan sebenarnya adalah kemampuan untuk mengubah pikiran tanpa dibatasi orang lain. Dalam kondisi inilah, status ‘subjek’ dan ‘objek’ menjadi tidak tetap dan tidak jelas.

Bagi Sartre, cinta itu berbahaya dan akan mendorong orang untuk jatuh pada lubang masokisme dan sadisme. Masokisme terjadi ketika seseorang berusaha melakukan apa pun yang diinginkan kekasihnya. Pada saat yang sama membatasi kebebasannya sendiri ketika ia memperlakukan kekasihnya sebagai ‘objek’, dan mengikatnya dengan cara apa pun.

Apa yang ingin dikatakan Sartre adalah, dalam cinta, kebebasan selalu kompromis dan itu dapat melahirkan penderitaan. Cinta menjadi perjuangan yang menyakitkan.

Tinggalkan komentar